Posts

Showing posts from 2016

Just Don't Believe What They Say

"Sometimes you need to be deaf."
Maybe that quote is quite true. Some people just say what they want to, without thinking what the impact of their saying. As a human, who has mind and feeling, I think we need to think first every words we speak. Whether those words will hurt others' feeling or not. 
I know there is a law that allow you to freely speak your opinion, called human right. But... really? You need to read the law again. You are allowed to freely speak your opinion as long as you can be responsible for it.
They don't even know the beauty of differences that created by Allah. I have these things, you have those things. Just because I don't have yours, doesn't mean I'm not normal. I prefer to call it uniqueness. 
You know what? Just don't believe what they say. Because they can be wrong. Don't let negativity fullfil your mind and make you think that you are what they said. No! Take a mirror, stare at it, smile and say "I'm awesome…

Rasanya Ikut Open Trip: Main ke Ciremai Via Palutungan

Image
Istilah open trip dewasa ini sudah tak asing lagi. Banyak sekali travel agent, event organizer, hingga komunitas, yang membuat open trip. Pada prinsipnya, open trip merupakan kegiatan melakukan perjalanan bersama dengan beberapa orang, baik yang sudah dikenal sebelumnya maupun yang belum dikenal sama sekali. Namun, biasanya image untuk open trip ini cenderung pergi bersama dengan orang yang belum dikenal karena tujuannya adalah menambah pertemanan.
Bagi para pelancong supel, menambah teman baru tentu menjadi suatu hal yang begitu menyenangkan. Namun, mengingat kemampuan interpersonal tiap individu yang tentunya berbeda-beda, maka tidak semua orang dapat merasa bahagia melakukan kegiatan open trip ini. Misalnya bagi saya, menemui orang baru adalah suatu hal yang belum bisa saya sebut menyenangkan. Hingga suatu hari saya melihat poster open trip ke Ciremai dalam rangka sumpah pemuda. Kemudian "waham auditorik" pun mulai menggerayangi telinga dan pikiran saya.
"Wah ke Ci…

Aku Bercerita

Aku berjalan
Kadang cepat, kadang lambat
Pernah juga berhenti sejenak, ketika lelah
Tapi tak pernah melangkah mundur


Aku bertanya
Kemana aku harus menuju
Mereka bilang ikuti kata hati
Kemudian kuberi kesempatan hatiku berbicara
Tapi tak juga dapat mengarah


Aku berpikir
Mungkin sebaiknya kulibatkan logika
Kemudian aku kehilangan kesempatan


Aku berdoa
Kurindukan bisikan penyejuk jiwa
Ternyata aku tak pernah dibiarkan berjalan sendiri
Tak perlu merasa sepi


Life Is Full Of Surprise!

Image
Yeah, life is full of surprise. Brace Yourself!
Berawal dari ajakan teman kuliah... Tih, weekend ini free gak? mau ikut ke saung Pak Dosen ngajarin anak sma?
Kemudian saya yang pelupa dan cenderung tertarik untuk jalan-jalan ini, dengan mudahnya menjawab "Mau dong". Setelah konfirmasi, baru teringat kalau ada agenda mau ke toko buku sama teman dan beli sepatu bersama ibu, serta menghadiri pernikahan teman. Dengan ini, saya mohon maaf atas kelalaian saya kepada semua pihak yang......duh, serius gak maksud php. 
Kami janjian di Stasiun Bogor jam 6 sore. Namun saya tiba sekitar setengah jam dari waktu yang telah ditentukan (ampun pak). Ini yang agak epic, sesampainya di Stasiun Bogor saya tidak melihat satu pun anak SMA dalam kumpulan rombongan. Situasi ini memunculkan berbagai asumsi dalam diri. Setelah menangkap sinyal dari pandangan teman kuliah saya, akhirnya kami menyimpulkan....bahwa.....yang dimaksud anak SMA adalah teman-teman SMA beliau. Nice! Hahaha.
Acara reuni ini di…

You Are Not Alone!

Already got dreams? (read : Dare to Dream)
Menghadapi sesuatu yang belum familiar tak pelak memunculkan rasa takut.  "Apa benar yang aku lakukan ini?" "Apa yang akan terjadi nanti jika aku melakukan ini?"  "Atau seharusnya aku tak perlu melakukan itu?"
Ketika bermimpi, kita akan berusaha meraih mimpi itu. Karena hidup ini bagaikan perjalanan, maka kita harus melangkah. Mengambil langkah kecil, pasti akan butuh waktu lebih lama untuk sampai. Itupun jika masih ada kesempatan. Namun, mengambil langkah besar, tentunya akan ada resiko besar pula yang harus dihadapi. Lagi-lagi, hidup memberi pilihan, yang harus dipilih salah satunya.
Dilema. Tapi jangan terlarut. Meski yang bisa menolongmu adalah dirimu sendiri, tapi ingat, you are not alone! 
Ceritakan semua melalui lantunan doa, Dia suka diminta. Dia di atas? Dia bahkan lebih dekat daipada urat nadimu. 

Dare to Dream

"Kalau sudah besar nanti mau jadi apa?"
"Dokter!"
"Wah luar biasa. Kalau kamu?"
"Jadi presiden, Bu!"
"Hebaaat. Nah kamu?"
"Aku..........jadi istrinya dokter atau presiden aja, Bu"
"...."

Sesungguhnya setiap mimpi itu mulia dan tidak ada hirarki atas mimpi. Bermimpilah setinggi langit. Kepakkan sayap supaya dapat menembus langit itu. Meski di tengah penerbanganmu, berbagai angin berusaha menghembuskanmu. Beruntunglah orang yang mempunyai pegangan yang tepat.

Tak Ada Cukang Taneuh, Santirah pun Jadi

Image
Minggu pertama bulan Mei 2016 adalah minggu paling membahagiakan, pasalnya terdapat dua hari bertanggal merah pada Kamis dan Jumat. Long Weekend! Terlalu sayang jika hanya digunakan untuk berbaring di Kasur kamar (meskipun kegiatan leyeh-leyeh di Kasur kamar juga membahagiakan). Bagi para pemburu liburan, fenomena ini telah menjadi sasaran empuk untuk pergi ke luar kota bersama teman atau keluarga. Gue memilih pergi ke Pangandaran bersama teman kampus. Sebenarnya rencana awal kami adalah untuk mengunjungi Cukang Taneuh alias Green Canyon yang keindahannya tidak diragukan lagi itu. Namun, karena gue datang terlambat di meeting point kami (3 jam sih, ampuuuun gan) sehingga kedatangan kami di Pangandaran pun otomatis mengalami keterlambatan pula.
Rabu malam (4/5/2016).  Setelah semua kumpul di PGC Cililitan sekitar pukul 9 malam, kemudian kami langsung menuju tempat parkir. Kami  memilih untuk menyewa mobil untuk moda transportasi dengan biaya sewa 450 ribu rupiah per harinya. Pertimbang…

Tak Sehalus Udara

Duhai daun, mengapa begitu pasrah ketika angin menghempaskanmu? Apa tanah terlihat lebih menyenangkan? Atau ranting membuatmu lelah?

Duhai awan, mengapa tak ada perlawanan ketika angin menghembuskanmu? Apa menjadi kelabu tak membahagiakanmu? Atau bulir hujan begitu membebanimu?

Duhai ombak, mengapa harus bergulung ketika angin memengaruhimu? Apa samudera tak lagi menarik? Atau pantai menjanjikanmu keindahan lain?

Angin pernah membuat mataku perih. Sehingga mataku berair. Angin juga pernah membiaskan sengatan sang surya. Sehingga kulitku tak begitu terbakar. Mengapa harus ada satu unsur yang memiliki kesan ganda? Aku bingung harus menutup pintu atau membiarkan wajahku menikmati terpaanmu ketika kau datang, duhai angin. Mungkin seharusnya aku memiliki anemometer. Atau mungkin juga tidak.

Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati satu tumbuh seribu? Tapi sepertinya aku tidak seserakah itu, aku tidak butuh seribu. Aku butuh satu.

Bukan Hanya Koin, Tapi Juga Bola

Cinta sepertinya memang salah satu topik yang takkan lekang oleh waktu. Tapi aku di sini masih saja menjadi si bodoh yang mencoba mencari makna cinta. Padahal cinta bukan sesuatu yang dipikirkan, melainkan yang dirasakan. Entah aku sedang memantapkan hati atau mencoba memungkiri. Karena sejatinya aku lebih suka menelan manis, meskipun pahit juga diperlukan. Alasannya sederhana, supaya seimbang. Semua yang berlebihan itu tidak baik, bukan?

Ada yang bilang tidak ada pertemuan yang salah. Dan hidup hanyalah sebuah perjalanan supaya aku belajar. Meskipun aku belum paham betul, sejauh ini aku masih menyetujuinya. Memang ada beberapa yang akan menertawakan ketika harapan melambung terlalu tinggi, kemudian pecah karena tekanannya tidak sesuai. Tapi mungkin mereka yang tertawa hanya ingin menghibur, dengan cara yang begitu nyiyir. Toh, menangis atau tertawa hanya sekadar ekspresi yang belum tentu berlaku sebagai pencerminan rasa bagi semua orang.

Bahkan seorang bayi perlu jatuh beberapa kali …