Posts

Showing posts from November, 2015

Sesederhana Itu

Apakah untuk memahami karakter, perlu ada air mata?  Atau seharusnya kubiarkan saja sesak di dada?  Karena membenci tak lantas mengubah semuanya menjadi baik.  Tapi menyampaikan kadang tak semudah yang diharapkan.  Daripada mengotori hati, menerima karakter sepertinya hal terbaik yang bisa dilakukan.  Seperti baterai yang masing-masing memiliki kutub positif dan negatif,  dan kedua kutub itu memang diperlukan.  Kamu hanya perlu menyesuaikan posisi baterai, supaya dapat menghidupkan jam dinding.  Sesederhana itu.

Jangan Biarkan Waktu Menjawab

"Biar waktu yang menjawab"
Aku selalu terngiang kalimatmu itu. Entah mengapa aku merasa ada kebencian yang mengganjal setiap kali memoriku memunculkan momen tujuh tahun yang lalu itu. Kemanakah waktu? Kapan ia akan menjawab? Mengapa harus waktu yang menjawab? Tidak bisakah kau saja? Aku membutuhkanmu, tapi sepertinya kamu lebih membutuhkan waktu.
Sepertinya Eropa membuatmu bahagia. Tujuh tahun berlalu bagai tujuh jam lalu. Ya, waktu begitu subyektif. Bagiku, tujuh tahun berjalan begitu lambat. Entah aku harus berterima kasih pada teknologi atau tidak karena telah membuat segalanya lebih mudah. Hingga aku mengetahui perkembanganmu melalui situs jejaring sosial.
Aku sadar. Waktu takkan pernah bisa menjawab. Bahkan waktu begitu abstrak. Bukankan waktu hanya kesepakatan?
Aku seharusnya menahanmu sore itu. Atau setidaknya menguraikan perasaanku. Tapi tujuh tahun lalu, aku begitu terpedaya oleh gengsi. Aku terlalu takut harga diriku terusik.