Skip to main content

Alat Pendeteksi Kata Hati

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna karena Allah SWT melengkapinya dengan akal, dan itu yang menjadikan manusia paling spesial di antara makhluk lain. Tapi Allah tidak menciptakan manusia dengan kemampuan membaca pikiran atau kata hati manusia. Walaupun dewasa ini, telah banyak manusia yang menurut pernyataannya bisa membaca pikiran seseorang hanya dengan menatap mata orang tersebut. Bahkan, sampai ada acara khususnya. Betapa mengagumkan kemampuannya itu. Tapi tidak semua orang memiliki kemampuan seperti itu. Entah darimana dan bagaimana mereka bisa melakukan hal menakjubkan itu.

Bagaimana caranya supaya setiap orang bisa juga membaca kata hati seseorang? Dan apa jadinya ya bila ALAT PENDETEKSI KATA HATI benar-benar ada dan nyata? Mungkin manusia akan malu untuk berbohong. Karena kebohongannya tak berarti. Bahkan hanya menjatuhkan harga diri karena semua orang bisa membaca pikirannya. Hmmm bisa menghilangkan pendusta dari muka bumi ini nampaknya hahaha.

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Embun, Tentang Daun Yang Basah

Pagi ini tidak terlalu berbeda dengan pagi-pagi biasanya. Semesta telah hafal perkara basahnya daun di pagi hari akibat embun yang menggelayutinya. Meski tak pernah bertahan sepanjang hari karena matahari akan dengan tega mengubah embun menjadi uap. Membuat daun yang basah lantas kering. Namun daun dengan sabar menanti hingga pagi berikutnya datang kembali. Menanti datangnya embun.
Kedatangan dan penantian keduanya kemudian menjadi siklus. Siklus yang terkandung manis dan pahitnya rasa. Sayangnya kadang siklus memiliki kesalahan. Kadang malam diterpa hujan kemudian pagi menjadi tidak begitu cerah. Meski daun akan tetap basah, tapi bukan karena embun. Maka lahirlah rindu. Rindu yang begitu ajaib sehingga mampu membedakan embun atau sekedar bulir hujan yang sama-sama membuat daun menjadi basah di pagi hari.
Tapi daun terlalu pemalu untuk menyampaikan rindu. Pikirnya menyimpan semua rindu-rindu itu akan lebih baik. Daun begitu pandai menyembunyikan semua rindunya. Saat embun datang, daun…

Harapan dan Khayalan Itu Beda Tipis?

Entah karena pesimis atau ambisius atau apalah sebutannya, Siska sudah tak mengerti lagi apa yang telah terjadi padanya. Bayangan pria itu seperti tak lelah bertengger, berputar-putar dalam memori otaknya. 
"Aaaaaaah apa aku sudah gila? Sepertinya dia memang telah membuatku tergila-gila! Bagaimana ini?" ungkap Siska di depan cermin dalam kamarnya.
Siska seperti keranjingan segala sesuatu tentang pria itu. Tak jarang dia berlagak seperti detektif. Mencari tahu segala hal yang bersangkutan dengan pria itu. Bahkan  tak pernah lelah memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkannya juga. Dia bahkan baru mengenalnya ketika ada acara kampus bulan lalu. Berbagai cara telah dilakukan Siska hanya untuk mencari informasi mengenai pria itu. Sulit sekali rasanya bahkan hanya untuk mengetahui namanya. Sampai saat ini Siska juga belum tahu pasti apa yang menyebabkan pria itu begitu memesonanya.  
Hari demi hari berlalu, Siska terus berusaha menjalankan misinya, entah akan jadi mission …